<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Daar Al Dzikr Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.yddi.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yddi.org</link>
	<description>Untuk Indonesia yang maju dan bermartabat</description>
	<pubDate>Sat, 02 May 2009 05:19:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Makna Shalih</title>
		<link>http://www.yddi.org/makna-shalih/</link>
		<comments>http://www.yddi.org/makna-shalih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 05:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<category><![CDATA[amal]]></category>

		<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<category><![CDATA[shalih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yddi.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali saya mendengar sebuah pujian terhadap seseorang yang disebut shalih (soleh) hanya karena orang tersebut rajin shalat dan tidak pernah mabuk-mabukan. Tentu saja, ini bukan hal yang salah, memang orang yang sahlih harus rajin shalat dan menjauhi minuman keras. Namun, keshalihan tidaklah cukup sampai disini.
&#8220;Masak iya ada orang yang beranggapan seperti itu?&#8221;
Ini memang realitas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali saya mendengar sebuah pujian terhadap seseorang yang disebut shalih (soleh) hanya karena orang tersebut rajin shalat dan tidak pernah mabuk-mabukan. Tentu saja, ini bukan hal yang salah, memang orang yang sahlih harus rajin shalat dan menjauhi minuman keras. Namun, keshalihan tidaklah cukup sampai disini.<span id="more-54"></span></p>
<p>&#8220;Masak iya ada orang yang beranggapan seperti itu?&#8221;</p>
<p>Ini memang realitas, masih banyak orang yang menyangka bahwa beramal shalih hanya sampai disana. Suatu saat, istri saya sempat terheran-heran saat ada seorang ibu yang dengan enteng mengatakan:</p>
<p>&#8220;Tidak perlu macam-macamlah, yang namanya Islam itu yang penting shalat, puasa, dan yasinan.&#8221;</p>
<p>Sekali lagi, ketiga amal ini benar dan memang bagus. Namun Islam tidak sampai disana. Islam bukan hanya berurusan dengan ibadah ritual saja. Islam adalah totalitass, harus mewarnai semua aspek kehidupan kita. Baik saat bekerja, saat berbisnis, saat bersosialisasi, bahkan setiap saat dalam kehidupan kita.</p>
<p>Sa&#8217;id Hawwa dalam bukunya, Al Islam, menjelaskan, bahwa Islam adalah</p>
<ol>
<li><strong>Aqidah</strong>, yang tercermin dengan syahadatain dan rukun iman.</li>
<li><strong>Ibadah</strong>, yang tercermin dengan shalat, zakat, puasa dan haji, juga disebut dengan rukun Islam.</li>
<li><strong>Bangunan (sistem)</strong> yang tegak diatas rukun-rukun tersebut yang tersermin dengan seluruh sistem hidup Islam, yang mencakup sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kemiliteran, akhlak dan lain-lain sebagainya.</li>
<li><strong>Tiang-tiang penegak</strong> sebagai cara menegakkan Islam yang tercermin dengan jihad dan amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</li>
</ol>
<p>Seseorang, hanya pantas disebut dengan orang shalih jika dia mengamalkan Islam secara totalitas. Bukan hanya sebagian, tetapi seluruh ajaran Islam harus diterapkannya sesuai dengan kemampuannya.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan artikel yang singkat ini, kita terhindar dari penyempitan makna kata shalih. Satu-satunya cara untuk menjadi orang yang shalih, yang benar-benar shalih, ialah dengan diawali memahami Islam secara integral, tidak secara parsial. Dengan demikian, kita akan beramal shalih dengan amal yang benar dan lengkap. Semoga, kita menjadi orang-orang yang shalih dalam pemahaman yang benar. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yddi.org/makna-shalih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Penyamun</title>
		<link>http://www.yddi.org/seorang-penyamun/</link>
		<comments>http://www.yddi.org/seorang-penyamun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 04:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syahid Zainuddin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yddi.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda penyamun? dalam pandangan Ibnu Taimiyah seorang penyamun adalah mereka yang lari dari kekhusyuan ketika Shalat.
Hasan Al-Bashri dalam al Tsubutnya menjelaskan tentang fungsi dari dimensi khusyu&#8217; dalam Shalat. 
&#8220;Sesungguhnya kekhusyu&#8217;an akan menghilangkan beban keduniaan dalam kehidupan seseorang yang telah mendirikan Shalat ketika dinding hatinya, saat mengucapkan takbir sama nuansanya ketika menggerakkan kepalanya ketika salam&#8221;.
Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah anda penyamun? dalam pandangan Ibnu Taimiyah seorang penyamun adalah mereka yang lari dari kekhusyuan ketika Shalat.<br />
Hasan Al-Bashri dalam al Tsubutnya menjelaskan tentang fungsi dari dimensi khusyu&#8217; dalam Shalat. <span id="more-49"></span></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kekhusyu&#8217;an akan menghilangkan beban keduniaan dalam kehidupan seseorang yang telah mendirikan Shalat ketika dinding hatinya, saat mengucapkan takbir sama nuansanya ketika menggerakkan kepalanya ketika salam&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian, Nuansa khusyu&#8217; dalam Shalat adalah merupakan tolok ukur utama sebagai tangga membentuk karakter individu seorang muslim, Ketika ia terbang bersama kekhusyu&#8217;annya dalam Shalat, dalam merenungi sifat berdiri, ruku&#8217; sujud dan segala macam aktifitas seperti bacaan dan berbagai macam amalan dalam gerakan Shalat, maka ia akan menjadi seorang yang mampu menjadi penggerak dan  motivator masyarakat dunia.</p>
<p>Sebaliknya ketika shalatnya compang-camping, alias bolong-bolong dan tidak pernah tenggelam dalam lautan khusyu&#8217; yang sangat dahsyat, maka semua aktifitasnya saat shalat tidak akan tercermin dan memberikan sinar dalam setiap  reflek gerakan dalam hidupnya.</p>
<p>Selamat mencoba shalat khusyu&#8217; dan selamat,  anda bisa terhindar dari sifat seorang penyamun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yddi.org/seorang-penyamun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
