Makna Shalih
Posted on May 1, 2009 by Rahmat
Sering kali saya mendengar sebuah pujian terhadap seseorang yang disebut shalih (soleh) hanya karena orang tersebut rajin shalat dan tidak pernah mabuk-mabukan. Tentu saja, ini bukan hal yang salah, memang orang yang sahlih harus rajin shalat dan menjauhi minuman keras. Namun, keshalihan tidaklah cukup sampai disini.
“Masak iya ada orang yang beranggapan seperti itu?”
Ini memang realitas, masih banyak orang yang menyangka bahwa beramal shalih hanya sampai disana. Suatu saat, istri saya sempat terheran-heran saat ada seorang ibu yang dengan enteng mengatakan:
“Tidak perlu macam-macamlah, yang namanya Islam itu yang penting shalat, puasa, dan yasinan.”
Sekali lagi, ketiga amal ini benar dan memang bagus. Namun Islam tidak sampai disana. Islam bukan hanya berurusan dengan ibadah ritual saja. Islam adalah totalitass, harus mewarnai semua aspek kehidupan kita. Baik saat bekerja, saat berbisnis, saat bersosialisasi, bahkan setiap saat dalam kehidupan kita.
Sa’id Hawwa dalam bukunya, Al Islam, menjelaskan, bahwa Islam adalah
- Aqidah, yang tercermin dengan syahadatain dan rukun iman.
- Ibadah, yang tercermin dengan shalat, zakat, puasa dan haji, juga disebut dengan rukun Islam.
- Bangunan (sistem) yang tegak diatas rukun-rukun tersebut yang tersermin dengan seluruh sistem hidup Islam, yang mencakup sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kemiliteran, akhlak dan lain-lain sebagainya.
- Tiang-tiang penegak sebagai cara menegakkan Islam yang tercermin dengan jihad dan amar ma’ruf nahi munkar.
Seseorang, hanya pantas disebut dengan orang shalih jika dia mengamalkan Islam secara totalitas. Bukan hanya sebagian, tetapi seluruh ajaran Islam harus diterapkannya sesuai dengan kemampuannya.
Mudah-mudahan dengan artikel yang singkat ini, kita terhindar dari penyempitan makna kata shalih. Satu-satunya cara untuk menjadi orang yang shalih, yang benar-benar shalih, ialah dengan diawali memahami Islam secara integral, tidak secara parsial. Dengan demikian, kita akan beramal shalih dengan amal yang benar dan lengkap. Semoga, kita menjadi orang-orang yang shalih dalam pemahaman yang benar. Amin.
